TENTANG PAHIMULLATIF LITERASI Selamat datang di ruang sunyi tempat nalar dan rasa berpadu. Pahimullatif Literasi bukan sekadar arsip tulisan, melainkan sebuah wadah pergerakan intelektual independen yang lahir dari kegelisahan, perenungan panjang, dan semangat literasi kritis. Di ruang ini, bait-bait puisi dan esai sosial didokumentasikan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk membedah realitas dengan kacamata yang lebih tajam dan humanis. Filosofi Nama & Identitas Nama "Pahimullatif" adalah sebuah penghormatan spiritual terhadap akar identitas. Lahir dari fusi nama keluarga (Pahmi, Luth, dan Latifah), nama ini diserap dari akar kata Fahimullatif yang bermakna "pemahaman yang lembut dan tidak kaku". Kami meyakini bahwa kritik sekeras apa pun harus dilandasi oleh keluwesan nalar dan kelembutan adab. Identitas visual kami pun memikul makna ideologis: Garis lengkung yang dinamis mewakili pergerakan yang...

AKU PUISI YANG HILANG MAKNA

AKU PUISI YANG HILANG MAKNA

Aku Puisi Yang Hilang Makna
Kata-Kata Yang Berjatuhan Tanpa Arah
Dalam Rindu Yang Mengikis Perlahan
Aku Remuk, Terhempas Tanpa Daya

Sosokmu Tak Tergapai
Hanya Hadir Di Batas Mimpi
Dan Aku Compang-Camping Dalam Kenangan
Tersesat Di Antara Ingin Dan Kenyataan

Bisakah Dukaku Kupersembahkan
Sebagai Mahar Tuk Tatapmu Yang Menawan
Akankah Kepedihanku Cukup Bernilai
Menembus Tabir Senyum Wajahmu Yang Damai

Andai Air Mata Ini Dapat Membeli
Sedikit Senyum di dingin Pagi
Aku Rela Jadikan Derita Ini Hiasan
Tuk Menatap Indahmu Walau Dalam Bayangan

Malam Yang Dingin Duka Tak Terbatas
Melebur Jiwa Dalam Harap Yang Terhempas
Di Balik Senyum Terpendam Amarah
Dan Doa-Doa Yg terseok Dalam Lelah

Dimana Pelangi, Dimana Terang?
Hidup Yang Carut-Marut Seakan Bimbang
Namun Kutahu
Di ujung Sunyi Tersimpan Harapan 
Di Sela-Sela Kerinduan

Sosokmu Datang Dalam Sepi
Mengusik Tiap Kalam Yang Sunyi
Menghidupkan Bayang-Bayang Luka
Merobek Tenang Yang Sempat Ada

Aku Hanya Puing-Puing
Puisi Yang Tak Sempurna
Tercabik Di Antara Keinginan Dan Kenyataan
Merindu Pada Yang Tak Bisa Kugenggam

Langit kelabu, awan muram.
bagai menambah pedih dan kelam.
Tangis di ujung malam tak terdengar,
terselip dalam sunyi yang enggan pudar.

Tiada cahaya, tiada kata.
hanya nestapa menggema tanpa suara.
Menggores luka yang telah lama terbuka,
mencari pelipur yang tak kunjung ada.

Kusadari Ku Keliru
Larut Dalam Bayang Semu
Kehangatan Itu Bukanlah Cinta Yg Kurasa
Hanya Sekadar Sapaan Dari Hati Tanpa Rahasia

Biar Kusimpan Kesalahpahaman Ini
Sebagai Pelajaran Tuk Hati Yang Terlalu Dini
Kelak Tak Lagi Jatuh Pada Arti Yg Salah
Berharap Pada Sapaan Yang Tanpa Arah

Kusabarkan Hati Kusemai Asa
Dalam Tiap Sujud Dan Doa
Hingga Tiba Waktunya Kita Bersua
Dalam Ikatan Suci Penuh Berkah Dan Cinta

Di Bawah Langit Dan Atas Sajadah
Kutitip Rindu Dan Sabar Yang Tabah
Menunggumu Datang Dengan IzinNya
Hingga Kita Bisa Berjalan Bersama, Menuju SurgaNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOGIKA, RUANG LINGKUP DAN KEGUNAAN.

merah putih tetap di dada