TENTANG PAHIMULLATIF LITERASI Selamat datang di ruang sunyi tempat nalar dan rasa berpadu. Pahimullatif Literasi bukan sekadar arsip tulisan, melainkan sebuah wadah pergerakan intelektual independen yang lahir dari kegelisahan, perenungan panjang, dan semangat literasi kritis. Di ruang ini, bait-bait puisi dan esai sosial didokumentasikan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk membedah realitas dengan kacamata yang lebih tajam dan humanis. Filosofi Nama & Identitas Nama "Pahimullatif" adalah sebuah penghormatan spiritual terhadap akar identitas. Lahir dari fusi nama keluarga (Pahmi, Luth, dan Latifah), nama ini diserap dari akar kata Fahimullatif yang bermakna "pemahaman yang lembut dan tidak kaku". Kami meyakini bahwa kritik sekeras apa pun harus dilandasi oleh keluwesan nalar dan kelembutan adab. Identitas visual kami pun memikul makna ideologis: Garis lengkung yang dinamis mewakili pergerakan yang...
sejarah Logika zaman Yunani kuno
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Permasalahan-permasalahan logika telah dibicarakan oleh filsuf dari berbagai zaman termasuk para filsuf Elea yang membahas masalah identitas dan perlawanan asas dalam realitas. Hal ini telah terungkap dalam pikiran dialektis parmenidas. Namun istilah logika baru muncul sejak zaman zeno dari citium aliran stoisisme yang membagi ajaran logika menjadi tiga bagian. Pertama, fisika yang dilukis sebagai lading dan pohon pohonnya. kedua, logika sebagai pagarnya. Ketiga etika, sebagai "yang ada" ada dan "yang tidak ada tidak ada". Maksudnya logika itu membahas masalah yang ada, tidak mengadakan yang tiada.
Pada masa kaum sofis, salah satunya Georgias. Di zaman itu logika menjadikan pikiran sebagai landasan utama atau sebagai fokus pemikiran (objek material) dari logika itu. Cara mengatakan bahwa manusia tidak memiliki pengetahuan apa-apa, hal itu dituangkan dalam tiga konsepnya. Pertama seandainya manusia memiliki pengetahuan, ia tidak tahu bahwa ia punya pengetahuan. Kedua seandainya Manusia itu memiliki pengetahuan dan tahu ia memiliki pengetahuan, tapi pengetahuan itu tidak ia pahami. Ketiga seandainya Manusia itu memiliki pengetahuan dan ia tahu ia memiliki pengetahuan dan pengetahuan itu ia pahami tapi pengetahuan itu tidak bisa ungkapkan (tidak bisa ia beritahu kepada yang lain).
Dalam konsep Georgias ini telah mempermasalahkan hubungan antara pikiran dan bahasa, penggunaan bahasa dalam kegiatan pemikiran. Sehingga muncul lah sebuah pertanyaan, dapatkah manusia itu mengungkapkan pengetahuannya. Sesuai apa yang dia ketahui dan ia pahami, dari pengetahuan yang ia punya. Kita bisa menjelaskan pengetahuan dengan ungkapan tapi tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, alias ungkapan dan pemikiran tidaklah selaras. Karena konsep logika Georgias adalah hubungan dari pikiran dan bahasa ( ungkapan).
Membahas sejarah singkat logika pada zaman Yunani kuno tepatnya pada masa socrates menggunakan metode ironi dan maieutika tekhne. Yang pada masa Plato metode sekretaris ini dibuat lebih ulum sehingga menjadi teori idea. Idea adalah prototypa ( rancangan ) sedangkan benda-benda duniawi adalah ectypa (hasil dari rancangan / pikiran). Gagasan Plato ini memberikan dasar pada perkembangan logika, tapi ilmu logika baru terwujud pada masa Aristoteles lewat karyanya to organon. Karya Aristoteles inilah hingga kini masih diikuti polanya, yaitu pertama, tentang idea kedua tentang keputusan dan ketiga tentang proses pemikiran.
Aristoteles, seorang filsuf Dan ilmuwan terbesar masa lalu, yang mempelopori penyelidikan logika memperkaya hampir tiap cabang filsafat dan memberi sumbangan-sumbangan besar terhadap ilmu pengetahuan. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan oleh keinginan atau kehendak dewa, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan setiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita harus memanfaatkan pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan.
Theoprastus mengembangkan logika Aristoteles, yaitu pada logika proposisi dan bentuk-bentuk berpikir sistematis. Kemudian logika mengalami era dekadensi (kemerosotan) seiring dengan perkembangan ilmu yang menjadi dangkal dan sederhana.
Perjalanan logika di abad Yunani, thales adalah filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng, tahayul, dan cerita-cerita isapan jempol belaka Dan berpaling pada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta. Ada satu ungkapan tales yang paling terkenal hingga sekarang yaitu pada saat ia mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Saat itu juga thales telah mengenalkan logika induktif.
Socrates, Plato dan Aristoteles adalah tiga ahli filsafat besar dari Yunani. Socrates adalah yang mengajarkan Plato dan Plato pada gilirannya juga mengajarkan Aristoteles. Socrates adalah generasi pertama yang lahir di Athena. Peninggalan pemikiran socrates yang paling penting ada pada cara berfilsafat dengan mengajarkan satu definisi absolut atas suatu permasalahan melalui satu dialektika ( berdiskusi dengan berpikir dan menggunakan bahasa yang bagus untuk menyelesaikan suatu masalah). Pengajaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektis menjadi jalan pembuka bagi para filsuf selanjutnya. Perubahan fokus filsafat juga berkat jasa socrates dari memikirkan alam semesta menjadi memikirkan manusia itu sendiri. Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnya dilupakan oleh para pemikir hakikat alam semesta. Pikiran tentang manusia ini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis di kemudian hari. Plato dan kaum sofis juga merintis dan memberi saran-saran pada bidang penalaran ini.
Kebanyakan teori-teori logika ditambah modern ini adalah hasil pemikiran dari Aristoteles dialah yang mengenalkan logika sebagai ilmu (logica scientia). Aristoteles juga menyimpulkan pendapat dari thales tadi yaitu air adalah arkhe alam semesta yang berarti air adalah jiwa sesuatu. Aristoteles menjabarkan, air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan Karena tanpa air tumbuhan mati. air adalah jiwa hewan dan jiwa manusia. Air juga bisa menguap dan juga bisa menjadi es. Logika pada masa Aristoteles masih disebut dengan analytica (logika formal), yang meneliti khusus tentang argumentasi dari proposisi yang benar dan dialektika dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Intinya logika pada masa Aristoteles adalah silogisme (proses penarikan kesimpulan).
Logika sebagai ilmu disusun pertama kali oleh Aristoteles (384-322 SM), logika sebagai sebuah ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran dari setiap kekeliruan. Logika sebagai ilmu baru pada waktu itu disebut dengan nama "analytica" dan "dialektika" kumpulan karya tulis Aristoteles mengenai logika diberi nama Organon, yang terdiri atas 6 bagian. Bagian pertama, Catagoriae menguraikan pengertian-pengertian. Kedua, De interpretatione tentang keputusan-keputusan. Ketiga, Analytica posteriora tentang pembuktian. Ke empat, Analytica priora tentang silogisme. Kelima, Topica tentang argumentasi dan metode perdebat. Ke-enam, De sohisticis elenchis tentang kesesatan dan kekeliruan berpikir.
Logika adalah sebuah ilmu pengetahuan besar tentang sistem proses berpikir. logika merupakan hasil karya filsafat zaman Yunani kuno. Pemikir-pemikir Yuni kuno awal lah yang menentukan metode berpikir. Pemikir Yunani kuno, seperti Aristoteles, mengumpulkan, mengklarifikasikan, mengkritik dan sistemasikan hasil-hasil positif dari berbagai pemikiran dan membangun sebuah sistem berpikir yang disebut logika formal. Euklides melakukan hal yang sama untuk dasar-dasar geometri ; Archimedes untuk dasar-dasar mekanika ; Ptolomeus dan Alexandria kemudian menemukan astronomi dan geografi ; dan Galen untuk anatomi.
Logika Aristoteles mempengaruhi cara berpikir umat manusia selama 2000 tahun lamanya. logika jenis ini merupakan empat jenis aturan penalaran yang disebut juga penalaran silogistik. Dia juga mengembangkan aturan untuk pembuatan alasan berantai yang jika diikuti tidak akan pernah menghasilkan simpulan yang salah bila premis-premisnya benar. Yang masuk akal, rangkaian-rangkaian dasar adalah silogisme. Silogisme adalah pasangan dalil yang digabungkan untuk memberi suatu simpulan yang baru. Contohnya, " semua manusia akan mati" dan " semua orang Yunani adalah manusia" menghasilkan simpulan yang logis yaitu "semua orang Yunani akan mati".
Cara berpikir tersebut tidak memiliki lawan sampai kemudian ditantang , dijatuhkan dan menjadi ketinggalan zaman oleh dan karena dialektika, sebuah sistem besar kedua dalam ilmu cara berpikir. Dialektika merupakan hasil dari gerakan ilmu pengetahuan revolusioner selama seabad, yang dilakukan oleh pekerja-pekerja intelektual. Berbeda dengan logika klasik atau yang juga dikenal dengan istilah analytica, dialektika berawal dari proposisi proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Idih dasar dialektika sudah dicetus oleh Aristoteles dalam organonnya. Iya menyebutkan 10 kategori yang membangun penalaran atau logika dialektika, yaitu: substansi, kuantitas, kualitas, relasi, tempat, waktu, posisi, keadaan, aksi, dan keinginan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
LOGIKA, RUANG LINGKUP DAN KEGUNAAN.
Logika berasal dari bahasa latin yaitu " Logos " yang berarti "perkataan. Dari turunan dari kata sifat logike : yaitu pikiran atau perkataan. Sedangkan dalam bahasa arab menurut ilmu Mantiq-nya berasal dari kata kerja nataqa yang memiliki arti "berkata". Logos juga berasal dari kata Yunani yang memiliki banyak arti, seperti ucapan, bahasa, kata, pengertian, pikiran,akal Budi, ilmu. Memiliki turunan kata yaitu Logis, yang sudah sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Logis memiliki arti masuk akal atau bisa diterima oleh akal sehat begitulah singkatnya. Secara singkat, logika bisa diartikan sebagai pengetahuan tentang metode-metode dan prinsip-prinsip berpikir secara tepat. sebagaimana dalam bukunya Irving M.Copi yang berjudul Introduction to Logic yang mengatakan bahwa logika adalah suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang di gunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Mempelajari logika, khususny...
merah putih tetap di dada
Merah putih tetap di dada cikkipli mersam Merah didada tak kan memudar Putih dihati tak kan menguning. Tapi, yang selalu berkibar Pasti akan memudar dan menguning. Semangat ini tak hilang, Mempertahankan dan memperjuangkan. Tapi, yang diatas membuatnya hilang. Biarlah kami kobarkan. Setapak, mungkin tak mundur. Tapi setapak perlu...... Memikirkan mereka yang pantas mundur. Demi sesuap nasi, agar bisa hidup di kemudian hari. Tujuan utama, memang perlu digapai. Tapi ingat, nasib mereka yang tak tercapai. Mungkin perlu, penyetaraan agar sesuai. Atau bahkan hanya sekedar didengar Lebih lagi, dipertimbangkan dan dilaksanakan. Revolusi adalah solusi. Terutama dibagian kontitusi. Supaya mereka lebih bisa adil lagi. Dikemudian hari, tidak diadili. Mereka bukan hanya pembuat kontitusi. Tapi perwakilan kami. Muara Tebo, 8 September 2025
Komentar
Posting Komentar