TENTANG PAHIMULLATIF LITERASI Selamat datang di ruang sunyi tempat nalar dan rasa berpadu. Pahimullatif Literasi bukan sekadar arsip tulisan, melainkan sebuah wadah pergerakan intelektual independen yang lahir dari kegelisahan, perenungan panjang, dan semangat literasi kritis. Di ruang ini, bait-bait puisi dan esai sosial didokumentasikan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk membedah realitas dengan kacamata yang lebih tajam dan humanis. Filosofi Nama & Identitas Nama "Pahimullatif" adalah sebuah penghormatan spiritual terhadap akar identitas. Lahir dari fusi nama keluarga (Pahmi, Luth, dan Latifah), nama ini diserap dari akar kata Fahimullatif yang bermakna "pemahaman yang lembut dan tidak kaku". Kami meyakini bahwa kritik sekeras apa pun harus dilandasi oleh keluwesan nalar dan kelembutan adab. Identitas visual kami pun memikul makna ideologis: Garis lengkung yang dinamis mewakili pergerakan yang...

Terpana di Sebrang Sana

Terpana di Sebrang Sana


Di sebrang sana, di bawah langit jingga,
aku terpana, diam tak berkata.
Seorang ayah dengan kasih di mata,
menyeka lelehan es krim di bibir putri kecilnya.

Tangan yang kokoh, penuh cerita kerja keras,
menjadi lembut di wajah mungil yang polos.
Senyuman putrinya, seperti cahaya fajar,
membasuh lelah yang tak pernah pudar.

Momen sederhana, namun begitu indah,
lukisan cinta tanpa kata yang megah.
Seolah dunia diam, hanya ada mereka,
di dalam bingkai kasih yang sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOGIKA, RUANG LINGKUP DAN KEGUNAAN.

merah putih tetap di dada