Antologi Pergerakan: Catatan Kritis 21 July 2026
Risalah Api 21 Juli: Menggugat Agresi, Menempa Revolusi Nalar I. Operasi Produk Masa Kini Dua puluh satu Juli, tujuh puluh sembilan tahun silam, Laras senapan menyalak merobek perjanjian Linggarjati. Katanya, nyawa kita terlalu murah dibandingkan ladang tebu dan kilang minyak bumi. Hari ini, agresi itu datang kembali dengan rupa yang jauh lebih rapi, Tanpa deru tank dari seberang samudra, tanpa laras baja tentara asing, Hanya derit pena di atas meja-meja mahoni para penguasa. Penjajahnya kini berwajah pribumi, berdasi sutra, berbahasa santun di layar kaca. Mereka mempidatokan pemerataan, sambil membagi-bagi peta tambang pada kolega. Birokrasi dipelintir menjadi labirin raksasa, Dirancang bukan untuk melayani, tapi memalak keringat rakyat jelata. Inilah lelucon paling tragis di sebuah republik yang mengklaim dirinya merdeka: Maling ayam dihakimi massa di jalanan, maling triliunan difasilitasi oleh aturan negara. II. Berhala di Ruang Kelas Lalu ke mana perginya barisan p...
Semangat terus kawan
BalasHapus