TENTANG PAHIMULLATIF LITERASI Selamat datang di ruang sunyi tempat nalar dan rasa berpadu. Pahimullatif Literasi bukan sekadar arsip tulisan, melainkan sebuah wadah pergerakan intelektual independen yang lahir dari kegelisahan, perenungan panjang, dan semangat literasi kritis. Di ruang ini, bait-bait puisi dan esai sosial didokumentasikan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk membedah realitas dengan kacamata yang lebih tajam dan humanis. Filosofi Nama & Identitas Nama "Pahimullatif" adalah sebuah penghormatan spiritual terhadap akar identitas. Lahir dari fusi nama keluarga (Pahmi, Luth, dan Latifah), nama ini diserap dari akar kata Fahimullatif yang bermakna "pemahaman yang lembut dan tidak kaku". Kami meyakini bahwa kritik sekeras apa pun harus dilandasi oleh keluwesan nalar dan kelembutan adab. Identitas visual kami pun memikul makna ideologis: Garis lengkung yang dinamis mewakili pergerakan yang...

melihat secangkir kopi

MELIHAT SECANGKIR KOPI
CIKKIPLI MERSAM

Terkadang, hanya melihat secangkir kopi.
Bisa membuatku tertawa ria.
Dan terkadang, hanya memandang wajahmu.
Bisa membuatku bahagia.

Tapi, aku selalu lupa.
Hal itu saja, tidak cukup.
Perlu beribu aksi dan keberanian.
Perlu beribu kesabaran dan pengorbanan 
Agar dapat mengerti semuanya.

Malam ini terasa dingin.
Karna hujan datang, mengguyur bumi.
Tapi, jangan sampai datang.
Mengguyur pipiku dan pipimu.

Satu, kata terakhir.
Sicantik, bukan milik sigagah.
Tapi, milik si pemberani.
Yang mengungkap rasa 

Muara Tebo, 4 September 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOGIKA, RUANG LINGKUP DAN KEGUNAAN.

merah putih tetap di dada